Beberapa hari yang lalu dalam diskusi di Hdnet ini ada yang mengusulkan, jika ada orang tua si gadis tidak setuju anaknya dikawini karena beda agama,  sebaiknya lakukan panjat pinang yang maksudnya dipanjat dahulu baru di pinang. Sekilas nampaknya strategi ini kelihatannya baik walaupun melanggar dharma. Jika akibat panjat pinang ini terjadi kehamilan sebelum nikah, maka disini akan timbul resiko berupa mejelmanya mahluk yang disebut Kumiligi. Terus apa mahluk Kumiligi itu?

 

Menurut IBPM Aryana dalam bukunya yang berjudul  “Seks Ala Bali” Kumiligi adalah roh-roh tingkat rendah  yang lebih rendah dari manusia. Mahluk ini diberi kesempatan oleh Tuhan menjelma menjadi manusia apabila ada menusia  yang melakukan hubungan sanggama tidak sesuai dengan dharma dan dari hubungan itu menghasilkan kehamilan.

 

Mahluk Kumiligi ini ada 5 jenis yang disebut dengan Panca Kumiligi. Kelima mahluk ini adalah:

  1. I Nguntang yang disimbulkan dengan tangan manusia
  2. I Nganting yang disimbulkan dengan  kaki
  3. I Bongol  yang disimbulkan dengan tubuh tanpa kepala
  4. I Tundik yang disimbulkan dengan  wujud bhuta dengan posisi tangan menunjuk
  5. I Ngulaleng yang disimbulkan dengan wujud bhuta sungsang atau terbalik

 

Jika I nguntang da I Nganting yang menjelma, dicirikan dengan anak yang apabila marah justru  menyiksa diri sendiri; jika I Bongol yang menjelma maka anak tidak pernah menghiraukan larangan orang tua dan nasehat yang diberikan dianggap “angin lalu”; jika I Tundik yang menjelma si anak sering minta sesuatu (uang/benda) pada orang yang bertamu ke rumahnya, ciri parah dari penjelmaan I Tundik, si anak memiliki sifat suka mencuri; sedangkan jika I Ngulaleng yang menjelma, anak sering berlalari keluar rumah/ke jalan dan jika sudah agak besar si anak lupa segalanya kalau sudah bermain, (lupa makan , lupa pulang, dll).

 

Kesempatan lain bagi Kumiligi bisa menjelma menjadi manusia apabila ada pasangan manusia melakukan hubungan sanggama di luar norma, seperti misalnya melakukannya pada hari suci, ditempat yang disucikan, di dapur, di mobil, ditempat-tempat umum